Ingin Buka Jasa Ketik Online? Ketahui Dulu Perbedaan EYD dan PUEBI

jasa ketik online

Membuka jasa ketik online memang memiliki peluang yang cukup menjanjikan saat ini. Apalagi banyak pihak yang membutuhkan jasa ketik misalnya untuk makalah mengenai instagram dan konten yang menarik untuk iklan.

Namun, jika Anda membuka layanan untuk pengetikan secara online tersebut, anda harus tahu apa itu EYD dan apa itu PUEBI. Hal ini disebabkan karena keduanya menjadi dasar untuk menulis dengan bahasa yang baku, formal dan tepat. Tidak mungkin jika Anda menuliskan makalah dengan menggunakan bahasa gaul. Bisa-bisa makalah tersebut akan langsung ditolak.

Perbedaan EYD dan PUEBI

Sebelum ada EYD, ada beberapa kali sistem yang mengatur mengenai penggunaan ejaan bahasa Indonesia. Di tahun 1945, sistem yang dipergunakan adalah sistem ejaan Soeawandi. Kemudian di tahun 1959 menggunakan sistem Ejaan Melindo. Baru di tahun 1972 hingga 2015, sistem Ejaan yang DIsempurnakan dipergunakan sebelum berubah menjadi PUEBI hingga saat ini.

eyd
eyd. pic: antero.co

Ejaan yang Disempurnakan atau EYD kini sudah berubah menjadi PUEBI atau Pedoman Umum EJaan Bahasa Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena ranah dalam penggunaan bahasa yang semakin lama semakin luas. Jadi, pada dasarnya EYD dan PUEBI itu sama hanya saja, PUEBI memiliki perkembangan yang lebih maju atau luas.

Di PUEBI, ada 5 perbedaan yang dibagi menjadi 2 subbab, yaitu mengenai penggunaan huruf dan pemakaian tanda baca. Untuk penggunaan huruf, perbedaan yang berpatama adalah pelafalan vokal [e]. di EYD, hanya ada 2 pelafalan [e], sedangkan di PUEBI terdapat 3 pelafalan [e]. Pelafalan tersebut yaitu:

  1. E (taling tertutup) misalnya petak, enak, sore.
  2. E (pepet) seperti emas, kena, tipe.
  3. E (taling terbuka) misalnya militer, pendek, ember.

Kedua adalah penggunaan huruf diftong [ei]. Penambahan ‘ei’ untuk huruf diftong disebabkan karena dalam bahasa Indonesia banyak kata serapan bahasa asing, misalnya survei. Karena hal tersebut setelah PUEBI, ada 4 diftong yaitu ai, au, ei, oi.

Pada PUEBI juga menggunakan huruf tebal. Huruf tersebut dipergunakan untuk menegaskan tulisan yang ditulis miring dan menegaskan bagian karangan. Misalnya judul buku, bab, subbab. Sebelumnya, yaitu pada EYD, belum diatur mengenai penggunaan huruf tebal.

Sedangkan huruf kapital pada EYD juga belum mengatur mengenai penggunaan huruf kapital pada suatu kata atau kalimat. Misalnya unsur julukan yang menggunakan kapital di awal huruf seperti Jenderal Kancil.

Sedangkan perbedaan EYD dan PUEBI dalam penggunaan tanda baca meliputi penggunaan tanda baca titik koma (;). Di EYD, titik koma digunakan hanya untuk memisahkan kalimat bagian dari kalimat setara atau sejenis serta pengganti tanda hubung untuk memisahkan kalimat majemuk. Sedangkan di PUEBI, titik koma dipergunakan di akhir perincian klausa. Tujuannya untuk memisahkan perincian kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Itulah perbedaan dari penulisan EYD dan PUEBI. Jadi, sudah tidak bingung lagi ya dengan penulisan PUEBI saat ini. Semoga informasi ini membantu untuk jasa pengetikan Anda ya.